• Dongeng Anak-Anak | Si Kancil







    Kancil yang masih muda
    pertama kali dalam hidup melihat kuda
    ketika itu ia sekonyong-konyong disergap srigala
    sehingga tak sempat angkat-kaki
    "Apa guna kau makan aku?"katanya
    "Tubuhku kecil dan sedikit berdaging.
    Mari ikut kepadang-rumput,disana
    ada binatang yang lebih penting".
    Srigala ketawa: "Tentu lebih kuat dari aku?

    coba lukiskan". Jawabnya: "andai ada padaku
    kepandaian melukis, aku kerjakan tentu.
    Aku tak bohong, ini yang ingin ku buktikan.
    Ikutlah saja, supaya dapat kusaksikan".
    Mereka berangkat. "Itu dia.Izinkan aku bertanya
    dengan hati-hati siapa namanya.
    Kupunya kamus. Disitu nanti kita lihat
    macam apa dia: lemah atau kuat".

    Kuda yang sedang merumput itu tidak bodoh.
    ia sadar bahwa srigala bukannya tokoh
    yang tak patut dicurigai
    Diam-diam ia siap berjaga diri
    "Tuan", tegur kancil,"kami gembira kita telah bertemu.
    Sudikah tuan menyebut nama tuan?"
    Kuda yang mengerti maksud tamu-tamu tak diharap itu
    menjawab: "Oleh tukang sepatu nama saya diukirkan'ditapak kaki. Silakan membaca,jika tuan berkenan".
    Kancil pura-pura bodoh. "orang tua saya
    selalu hidup di rimba: itulah sebabnya
    saya tak berpendidikan. Tapi kawan saya srigala
    orang-tuanya kaya. Dia pandai membaca".
    yang ditunjuk itu tidak terkira rasa bangganya.
    Iapun mendekat, tetapi
    minta tebusan empat gigi, sebab kuda itu
    menyuguhkan tendang yang kurang empuk.
    Terpelanting ketanah, srigala lalu
    mengeranng kesakitan,aduh rahangnya remuk!
    "begitulah" ujar kancil "terbukti sekali lagi
    kebenaran kata budiman, dahulu sampai kini:
    "Hati-hatilah, musuh tak tidur dalam selimutmu".
    Itulah yang hewan tadi ditulis pada mulutmu".

    Dari:Dongeng Perumpamaan.Oleh:Jean De La Fontaine
    Dinas Penerbitan Balai Pustaka Jakarta
    1956

    Labels: Dongeng
    Back To Top