• Naskah Sunda Kuno - Sajarah Sukapura



    Ringkasan isi:
    Pangeran Ngabehi Kusuma Hadiningrat adalah seorang bangsawan di tanah Sunda keturunan Sultan Pajang. Jaka Tingkir yang menurunkan para bangsawan di tanah Pajang. Jaka Tingkir yang menurunkan para bangsawan di tanah Sunda, khususnya para bupati Sukapura.

    Pada zaman dulu di tanah Sunda ada dua tokoh terkenal bernama Pangeran Sumedang dan Dipati Ukur yang masing-masing menjadi kepala daerah di Sumedang dan Ukur. Keduanya menjadi pemimpin karena memiliki kekuatan yang luar biasa.

    Selanjutnya dikisahkan tentang cerita Dipati Ukur, cerita itu dimulai dengan perintah Sultan Mataram kepada Dipati Ukur dan Tumenggung Bakureksa untuk menyerang Kota Batavia (Jakarta). Kemudian pemberontakan Dipati Ukur terhadap Mataram berhubung dengan kegagalannya menyerang Batavia, penumpasan pemberontakan Dipati Ukur oleh pasukan Mataram, dan diakhiri dengan pengangkatan Wirawangsa, Astramanggala dan Somahita menjadi masing-masing Bupati Sukapura, Bandung dan Parakanmuncang; berikut pembagian rakyat dan wilayah kepada mereka. Atas kehendak Sultan Mataram wilayah Pasundan diserahkan kepada kompeni. Dilukiskan pula perbandingan untung ruginya tatkala wilayah Pasundan berada dalam kekuasan Mataram dan Kompeni. Dibandingkan antara keduanya, berada dibawah kekuasaan Kompeni lebih beruntung bagi rakyat pribumi daripada dibawah kekuasaan Mataram.

    Selanjutnya diceritakan keadaan kabupaten Sukapura pada masa pemerintahan para Bupati Sukapura sejak bupati Sukapura pertama, yaitu Wirawangsa atau Tumenggung Wiradadaha, hingga bupati Sukapura ke-12 yaitu Raden Danukusumah. Dalam melukiskan masa pemerintahan tiap-tiap Bupati Sukapura itu diungkapkan kematian bupati Sukapura sebelumnya, penggantian dengan bupati baru, peristiwa-peristiwa yang terjadi dan masalah-masalah yang timbul selama masa pemerintahan bupati tersebut, saudara-saudara dan para putra bupati tersebut dan akhirnya kematian bupati yang bersangkutan.


    Kondisi Naskah:
    Kecamatan : Garut Kota
    Nama pemegang naskah : R. Sulaeman Anggapradja
    Tempat naskah : Jln. Ciledug No. 225 Kelurahan Kota Kulon
    Asal naskah : warisan
    Ukuran naskah : 15.5 x 20.5 cm
    Ruang tulisan : 13 x 17 cm
    Keadaan naskah : baik
    Tebal naskah : 68 Halaman
    Jumlah baris per halaman : 13 baris
    Jumlah baris halaman awal dan akhir : 12 dan 14 baris
    Huruf : Arab/Pegon
    Ukuran huruf : sedang
    Warna tinta : hitam
    Bekas pena : tajam
    Pemakaian tanda baca : ada
    Kejelasan tulisan : jelas
    Bahan naskah : kertas tidak bergaris
    Cap kertas : tidak ada
    Warna kertas : kecoklat-coklatan
    Keadaan kertas : tebal agak halus
    Cara penulisan : timbal balik
    Bentuk karangan : puisi (tembang)
    Labels: Naskah Kuno, Sejarah
    Back To Top